Video Warga Kebon Jeruk Aniaya Anjing Peliharaannya

Video Warga Kebon Jeruk Aniaya Anjing Peliharaannya

Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan penganiayaan terhadap seekor anjing oleh sang pemilik beredar viral di media sosial. Anjing bernama Bruno itu kerap dipukul, dicekik, dan dilempar oleh sang pemilik.

Video tersebut diunggah oleh akun grup Garda Satwa Indonesia sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (5/4). Garda Satwa Indonesia ini juga bermitra dengan Direktorat Kepolisian Satwa Mabes Polri (K9).

Akun grup Garda Satwa Indonesia ini beranggotakan komunitas pencinta binatang ini menerima aduan dari warga bernama Nadia yang menyaksikan tetangganya kerap menganiaya anjing peliharaannya.

Video tersebut telah dibagikan oleh 325 pengguna Facebook dan dilihat ribuan kali. Sebagian besar komentar pengguna Facebook mengecam keras tindakan sang pemilik anjing tersebut.

Nadia sudah sering kali menegur majikan Bruno atas tindakannya itu. Tetapi sang pemilik beralasan sedang mendidik anjingnya.

Peristiwa ini sudah berlangsung hampir 6 bulan. Nadia kerap mendengar lengkingan kesakitan Bruno. Hingga pada akhirnya Nadia sudah tidak sanggup lagi mendengar suara lengkingan kesakitan Bruno dan akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Hari demi hari, malam demi malam akhirnya Nadia sudah tidak sanggup menyaksikan penganiayaan tersebut, dan melaporkan kasus ini pada kami hari Minggu, 2 April 2017,” tulis Garda Satwa Indonesia.

Berikut posting-an lengkap Garda Satwa Indonesia atas kejadian penganiayaan terhadap Bruno itu:

“WARNING, SENSITIVE CONTENT ‼️‼️Stop Animal Abuse!
________________

Kami mendapat laporan dari Nadia, bahwa tetangganya menganiaya anjing miliknya sendiri: Dipukul, dicekik, dilempar dan sebagainya tanpa alasan. Penyiksaan ini berlangsung dari 6 bulan yang lalu sejak anjingnya masih kecil. Suara lengkingan kesakitan Bruno (nama anjing ini) membuat Nadia tidak tahan dan ingin menolong Bruno. Berkali-kali Nadia menegur, tapi pemilik beralasan sedang mendidik anjingnya (kekerasan dengan alasan apapun tidak boleh dilakukan, kecuali alasan melindungi diri, maka masih bisa diperhitungkan). Hari demi hari, malam demi malam akhirnya Nadia sudah tidak sanggup menyaksikan penganiayaan tersebut, dan melaporkan kasus ini pada kami Hari Minggu 2 April 2017. Pada tanggal 4 April, kami mendampingi Nadia untuk melaporkan tetangganya atas penganiayaan satwa peliharaan yang diatur di UU peternakan No. 41 tahun 2014 Pasal 66A dan 91B ke Polsek Kebon Jeruk.

Polsek mengatakan bahwa ini kasus pertama mereka menangani penyiksaan satwa yang dilaporkan ke Polsek. Kasus ini juga bisa jadi contoh untuk masyarakat dan perangkatnya bahwa penganiayaan satwa dapat ditindaklanjuti di ranah hukum.

Garda Satwa Indonesia bermitra dengan Direktorat Kepolisian Satwa Mabes Polri (K9) mendampingi kasus ini agar tersosialisasikan dengan baik, agar siapapun yang menemukan kasus serupa, untuk ikut melaporkan tindak penganiayaan terhadap satwa kepada pihak berwajib agar nantinya tidak akan ada lagi bentuk penganiayaan seperti ini. Ingat, satwa juga dilindungi haknya oleh NKRI.

Unit Reskrim Polsek Kebon Jeruk bersedia mendampingi kami malam ini Rabu 5 April 2017 untuk mengambil alih Bruno agar diselamatkan dan mendapat tindakan medis, setelah itu akan kami bawa Bruno ke shelter kami untuk rehabilitasi dan setelah siap diadopsi, akan kami carikan pemilik yang akan menyayangi, berkomitmen, dan bertanggung jawab atas kesejahteraannya sepanjang hidupnya.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada Nadia, pelapor yang berani, dan mau repot untuk menjalani ini semua demi menyelamatkan Bruno, Pihak Polsek Kebon Jeruk yang membantu mendampingi dan menindaklanjuti kasus penganiayaan ini, juga Direktorat Kepolisian Satwa Mabes Polri (K9) yang memberi arahan dan masukan untuk kami dalam menangani kasus ini.

Semoga malam ini Bruno berhasil kami bawa mohon doa dan dukungannya Guardians!
#rescue #stopanimalabuse”

Leave a comment