Monday , December 16 2019
Home / Berita / AFMI Layangkan Surat Terbuka Untuk Pemerintah dan Penegak Hukum Atas Maraknya Aksi Doger

AFMI Layangkan Surat Terbuka Untuk Pemerintah dan Penegak Hukum Atas Maraknya Aksi Doger

MANADO – Animal Friends Manado Indonesia memberikan surat terbuka kepada pemerintah dan penegak hukum di Sulawesi Utara.

Surat ini berisi tentang keresahan maraknya aksi doger atau pencurian anjing yang menggunakan potassiun maupun kekerasan.

Surat ini ditujukan kepala Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Kepala Pengadilan Negeri di Sulawesi Utara, Gubernur dan Jajaran Pemerintah Sulawesi Utara.

Direktur AFMI, Mandanne Parengkuan Supit mengatakan fenomena ini sudah lama terjadi dan terus menerus terjadi. AFMI mewakili seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang menjadi korban ataupun yang dirugikan atas tindak kejahatan tersebut, meminta kepada penegak hukum dan pemerintah kiranya dapat menanggapi masalah ini dengan serius, seperti layaknya tindak kejahatan lainnya.

Adapun dasar pemikiran dan fakta-fakta yang ada di lapangan terkait kasus pencurian hewan peliharaan adalah sebagai berikut.

Banyaknya keluhan masyarakat tentang aksi pencurian hewan peliharaan, baik yang menggunakan racun maupun dengan tindak kekerasan.

Tindak kejahatan doger ini sudah terjadi sejak lama dan masih terus terjadi, bahkan jumlahnya semakin meningkat.

Pencurian hewan peliharaan ini sering disertai dengan tindakan pengancaman kepada warga masyarakat serta tindakan perusakan properti.

Hal tersebut di atas menyebabkan masyarakat menjadi resah dan merasa tidak aman, sehingga aksi doger ini sudah menjadi teror yang mengancam bukan saja hewan peliharaan tetapi juga masyarakat sebagai pemilik hewan peliharaan.

“Hal ini menjadi pertanyaan di masyarakat, haruskah masyarakat main hakim sendiri? Atau haruskah masyarakat membawa masalah ini sebagai masalah keamanan publik yang harus ditangani oleh mungkin pihak militer,” katanya, Senin (6/8/2018).

Lemahnya penegakan hukum terhadap kasus doger, sangat sedikit kasus yang ditindak oleh pihak penegak hukum setempat serta hampir tidak ada kasus doger yang diputus bersalah oleh pengadilan dan mendapat hukuman yang sepantasnya.

Ada banyak sekali aturan hukum di Indonesia yang bisa dikenakan kepada pelaku doger, seperti pasal-pasal tentang pencurian, tentang pengancaman, tentang perusakan dan lain-lain.

“Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sekali lagi kami meminta kepada aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah Sulawesi Utara untuk bertindak tegas terhadap kejahatan ini. Untuk menangkap para pelaku dan diproses melalui tuntutan yang sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku,” jelas Supit.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado

 

About admin

Check Also

Lolowang Pimpin Rapat Pengendalian Hewan Penular Rabies

Tomohon, AFMI – Rapat dalam rangka meminimalisasi perdagangan dan konsumsi daging Hewan Penular Rabies (HPR) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »