Monday , October 14 2019
Home / Berita / Upaya Aktor Inggris dan Aktivis Hewan Dunia Selamatkan Anjing & Kucing di Pasar Ekstrem Tomohon

Upaya Aktor Inggris dan Aktivis Hewan Dunia Selamatkan Anjing & Kucing di Pasar Ekstrem Tomohon

Peter Egan, Aktor asal Inggris mengaku kaget melihat perlakuan terhadap anjing dan kucing di Pasar Beriman Kota Tomohon dan Pasar Langowan Kabupaten Minahasa, pada pekan lalu.

Peter Egan datang bersama Lola Webber, Founder and Director of Chance For Animals Foundation and koordinator Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dan Andrew Tellings jurnalis WordPress.

Peter pun berharap pemerintah Sulawesi Utara berkomitmen untuk menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing, menghentikan pembunuhan dan kekejaman di pasar ekstrem.

Peter juga mengingatkan persoalan rabies dalam perdagangan daging anjing dan kucing ini.

Terlepas dari kesannya terhadap kejamnya perlakuan anjing di Pasar “Ektrem” Tomohon dan Pasar Langowan. Peter Egan senang berada di sini, meski waktunya terlalu singkat.

Menurutnya, orang-orang lokal sangat ramah.Ia pun ingin kembali ke Sulawesi Utara.

“Tentu saja saya ingin kembali ke sini. Dengan harapan saat kembali, tak ada lagi konsumsi daging anjing di sini,” ujarnya kepada Tribunmanado.co.id, Sabtu (02/03/2019) lalu.

Peter mengunjungi Sulawesi Utara 1-2 Maret 2019.

Hari pertama bertemu Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemkot Tomohon dan hari kedua mengunjungi Pasar Tomohon dan Pasar Langowan.

Peter juga bersama rombongan Sebastian Margenfeld (Jerman), Founder and Director of Förderverein Animal Hope and Wellness e.V Germany, Davide Acito (Itali) Founder and Director of Action Project Animal (APA) dan Anne Parengkuan Supit Direktur Animal Friends Manado Indonesia.

Para aktivis ini berjuang untuk menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing di seluruh Indonesia, dengan dasar kesehatan dan keselamatan masyarakat, ilegalitas dan kekejaman terhadap hewan.

Selamatkan Anjing Hidup Penuh Luka Berulat

Sebastian Margenfeld dan Davide Acito, Dua aktivis hewan dunia menyelamatkan 15 anjing di Pasar Kawangkoan, Kamis (8/3/2019).

Sebastian Margenfeld asal Jerman, Founder and Director of Förderverein Animal Hope and Wellness e.V Germany mengatakan, kondisi Pasar Kawangkoan sangat mengerikan.

Mereka menemukan seekor anjing yang memiliki luka besar di bahunya.

“Mungkin itu karena pengait si penjagal. Seorang pedagang mengatakan bahwa anjing itu sudah dua minggu di dalam kerangkeng besi. Kami menyelamatkannya beserta 14 anjing lainnya,” ujarnya.

Setelah tiba di shelter Animal Friends Manado Indonesia (AFMI) di Tomohon, anjing betina yang terluka parah tersebut mendapat perawat. Rupanya luka itu telah dipenuhi oleh ulat.

“Anjing ini dimakan hidup-hidup oleh ulat. Ada sekitar 50 ulat yang dikeluarkan. Ini tidak ada hubungannya dengan budaya atau tradisi. Ini adalah kekejaman terhadap hewan, ini hal yang buruk,” kata Sebastian yang juga representasi salah seorang anggota parliament Europa MdEP Stefan Bernhard Eck.

Davide Acito, Director of Action Project Animal and also representative of Elisabetta Franchi Foundation mengatakan pihaknya selalu menghormati tradisi dan budaya.

Namun perdagangan daging anjing yang mereka saksikan di pasar ekstrem tak ada hubungannya dengan itu. “Ini murni kekejaman,” katanya.

Seperti yang terjadi di Pasar Kawangkoan. Ia menyaksikan banyak anjing dalam kerangkeng besi, sakit dan hidup di tengah kotoran mereka. Dan mereka menyelamatkan anjing-anjing tersebut.

“Tapi kami tahu betul bahwa itu hanyalah setetes air di lautan. Kami tidak mengubah dunia, Tapi bagi mereka semua, dunia akan berubah. Orang-orang dapat dihakimi atas cara mereka memperlakukan hewan, saya harap dan saya percaya adanya perubahan yang cepat,” katanya.

Selamatkan Kucing di Pasar Tomohon

Sebelumnya, Sebastian Margenfeld melakukan penyelamatan terhadap delapan ekor kucing di Pasar Tomohon, Selasa (5/3/2019).

Kucing-kucing yang tampak memprihatinkan dan berada di dalam kerangkeng besi berhasil diselamatkan dari perdagangan daging kucing. Hewan-hewan ini dibawa ke shelter Animal Friends Manado Indonesia.

Kondisinya yang memprihatinkan, dokter hewan di shelter ini langsung memberikan perawatan.

Sebastian Margenfeld mengatakan, ia tahu bahwa menyelamatkan beberapa hewan bukanlah solusi untuk mengatasi masalah ini, bukan solusi dari perdagangan daging anjing dan kucing.

“Tapi kami berharap dengan melakukannya kami bisa membangun rasa kepedulian dan merupakan contoh bagi yang lain akan tindakan cinta dan kasih sayang serta keadilan bagi semua mahluk ciptaan Tuhan,” kata dia

Satu hal yang sangat menarik bagi dia adalah reaksi dari orang-orang yang ada di sekitar pasar yang memujinya dengan tepuk tangan saat melakukan penyelamatan.

“Saya tahu bahwa sudah banyak juga masyarakat yang berpikir dan merasakan hal yang sama yang sama dengan kami,” katanya.

Davide Acito mengatakan, tujuan utama dari organisasi Action Project Animal dan Elisabetta Franchi Foundation adalah kerja sama, informasi dan tindakan nyata. Dan filosofinya adalah menyebarkan rasa belas kasih sayang kepada semua mahluk hidup ciptaan Tuhan.

“Kami kagum melihat orang-orang bertepuk tangan saat kami menyelamatkan kucing-kucing itu. Ini adalah pertanda yang baik bahwa ada sesuatu yang berubah dan kita harus melanjutkan ke arah ini,” katanya.

Davide berterima kasih atas kerja sama yang baik dari mitra organisasi Animal Friends Manado Indonesia dan Pemerintah Kota Tomohon yang telah mendukung sejak awal.

“Ini adalah satu-satunya kunci keberhasilan dalam membuka pintu perubahan menuju ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Direktur AFMI Anne Parengkuan Supit mengatakan, rescue hewan dari pasar bukanlah bagian dari program kerja Animal Friends Manado Indonesia karena dengan melakukannya malah akan memperlancar proses perdagangan ini.

“Dan itu tidak baik dalam mengedukasi masyarakat. Namun di sisi yang lain tindakan itu juga perlu untuk tujuan membangkitkan kepedulian,” katanya.

Pihaknya berharap semoga ke depannya pemerintah Sulawesi Utara lebih peduli dan memperhatikan isu-isu seperti ini karena juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan keamanan masyarakat seperti penyebaran rabies serta penyakit-penyakit lainnya.

Serta mulai menegakkan peraturan-peraturan hukum yang sudah ada yang menyangkut kesejahtraan hewan seperti yang tercantum dalam Pasal 302 KUHP dan PP 95 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Hewan.

“Serta seperti yang tertulis di Firman Tuhan dalam Amsal 12:10 yang berbunyi ‘Orang benar memperhatikan kehidupan hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam’,” jelasnya.

Aktivis hewan dunia menaruh perhatian kepada Sulawesi Utara terkait isu konsumsi daging anjing dan kucing di Bumi Nyiur Melambai ini.

Para aktivis dari Inggris, Jerman, Italia dan Indonesia mengunjungi pemerintah daerah, pada akhir Jumat-Sabtu akhir pekan lalu. Mereka meminta pemerintah melarang konsumsi daging anjing dan kucing di Sulawesi Utara. (*)

Minta Pemerintah Larang Konsumsi Daging Anjing dan Kucing

Rombongan ini terdiri dari sejumlah lembaga internasional yakni Lola Webber (Inggris), Founder and Director of Chance For Animals Foundation and kordinator Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Sebastian Margenfeld (Jerman), Founder and Director of Förderverein Animal Hope and Wellness e.V Germany.

Davide Acito (Itali) Founder and Director of Action Project Animal (APA), Andrew Tellings (Inggris), jurnalis WordPress, Davide Lamonte (Itali) film maker, Anne Parengkuan Supit, Founder dan Director of Animal Friends Manado Indonesia (AFMI), Frank Delano Manus, Dita Carolina dan Nicky Kindangen dari AFMI, serta Billy Gustavo Lolowang Program Manager at Tasikoki Wildlife and Rescue Center PPST Tanjung Merah.

Tak lupa, Peter Egan selebriti asal Inggris, yang adalah duta kampanye kesejahteraan hewan dunia turut dalam kunjungan di Sulawesi Utara ini.

Para aktivis ini berjuang untuk menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing di seluruh Indonesia, dengan dasar kesehatan dan keselamatan masyarakat, ilegalitas dan kekejaman terhadap hewan.

Tak lama setelah tiba di Manado, rombongan langsung menemui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Asisten I Edison Humiang menerima kunjungan ini.

Ada sejumlah poin penting yang disampaikan para aktivis ini dalam pertemuan tersebut. Yang paling krusial adalah meminta pemerintah melarang konsumsi daging anjing dan kucing di Sulawesi Utara.

Mereka menyampaikan bahwa daging anjing dan kucing bukan termasuk pangan, karena mereka adalah hewan domestik.

Perdagangan ini pun dapat memengaruhi sektor pariwisata di Sulawesi Utara, apalagi di pasar ekstrem seperti Tomohon, Langowan, Kawangkoan terjadi pembantaian sadis terhadap anjing dan kucing, yang menjadi hal menakutkan bagi wisatawan mancanegara. Tak hanya anjing dan kucing, tapi juga hewan liar lainnya yang tak layak konsumsi.

Tak hanya itu, yang mengkhawatirkan dari perdagangan ini, demikian Lola Webber, dari Inggris, Founder and Director of Chance For Animals Foundation and kordinator DMFI Indonesia, adalah masalah kesehatan. Bahwa ada anjing rabies yang dijual di pasar ekstrem di Sulut. Hal ini dapat membahayakan kesehatan warga, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sebastian Margenfeld dari Jerman, Founder and Director of Förderverein Animal Hope and Wellness e.V Germany mengatakan pihaknya juga bersama salah seorang anggota parlemen Europa MdEP Stefan Bernhard Eck meminta kepada Pemerintah Sulawesi Utara untuk segera menegakkan hukum atau peraturan-peraturan yang ada untuk segera menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing atas dasar isu kesehatan masyarakat, higienis pangan, penanggulangan rabies dan kesejahtraan hewan.

Para aktivis ini pun menawarkan bantuan kerja sama kepada pemerintah Sulawesi Utara untuk sama-sama menangani isu ini.

Davide Acito dari Itali, Founder and Director of Action Project Animal (APA) yang juga representatif dari Elisabetta Franchi Foundation mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan apa saja yang dibutuhkan pemerintah, dengan harapan kerja sama ini langsung jalan.

Davide pun mengapresiasi Pemerintah Kota Tomohon yang sudah berani menandatangani surat yang mereka ajukan, yakni berisi komitmen pemerintah untuk menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing di Tomohon.

“Kami juga mengapresiasi AFMI yang sudah mau memperjuangkan kesejahteraan hewan di sini. Tanpa adanya AFMI, ini takkan mungkin terjadi,” katanya.

Direktur AFMI, Anne Parengkuan Supit mengatakan di negara-negara maju perlakuan terhadap hewan sudah sangat baik. Sehingga menurutnya edukasi pada masyarakat soal kesejahteraan hewan itu sangat penting.

“Menyuarakan yang tak bersuara,” katanya.

Pemprov Sulut mengapresiasi para aktivis yang sudah peduli dengan kesejahteraan hewan dan peduli dengan isu kesehatan, dalam hal ini rabies, demikian Asisten I Edison Humiang.”Kita patut mengapresiasi kepedulian mereka,” kata Humiang.

Terkait tawaran bantuan, Humiang mengatakan pemerintah provinsi mau bekerja sama untuk itu. Dalam hal ini dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

“Beri edukasi di sekolah-sekolah, kalau anjing dan kucing bukan makanan. Edukasi soal kesehatan, bahaya konsumsi daging ini,” katanya.

Humiang mengimbau masyarakat Sulut agar menjaga keamanan dan kenyamanan tamu yang datang. Terkait pasar Ekstrem Tomohon, Langowan dan beberapa pasar lainnya, Humiang mengatakan butuh waktu untuk itu.

“Kita butuh waktu untuk itu, ada prosesnya. Tak bisa instan,” katanya.

Usai pertemuan dengan Pemprov Sulut, rombongan melanjutkan pertemuan dengan Pemerintah Kota Tomohon. Sekretaris Kota Tomohon, Harold Lolowang menerima kunjungan ini.

Mereka pun mengutarakan hal yang sama. Dalam keterangannya, Lolowang mengatakan Pemkot Tomohon telah melakukan upaya-upaya untuk menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing secara bertahap.

Pemkot Tomohon juga akan mempersempit gerak para pedagang anjing untuk dibawa ke pasar Tomohon. Pemkot Tomohon akan mengoperasikan pos pengawasan hewan yang masuk ke pasar Tomohon.

Pemkot Tomohon akan memperketat masuknya daging anjing di pasar Tomohon melalui pemeriksaan bersama instansi terkait.

Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging anjing dan kucing agar tidak terkena penyakit menular rabies.

Menghimbau kepada para pedagang daging anjing dan kucing untuk mengalihkan dagangan dari bedagang daging anjing dan kucing menjadi pedagang jenis lainnya.

Usai pertemuan dengan pemerintah pada Jumat, di hari Sabtu, rombongan ini meninjau Pasar Tomohon dan Langowan dan merekam aktivitas para pedagang.

Sabtu malam mereka pun menggelar gathering bersama komunitas pecinta anjing Sulawesi Utara.

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Aldi

Tribunnews

About admin

Check Also

Aktor Inggris Selamatkan Anjing yang akan Dibakar di Pasar Tomohon

Tomohon, AFMI – Aktor Inggris Peter Egan meminta Pemerintah Indonesia segera menghentikan perdagangan daging anjing …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »