Monday , October 14 2019
Home / Berita / 250 Ribu Warga Dunia Tanda Tangan Petisi Hentikan Konsumsi Anjing dan Kucing di Sulawesi Utara

250 Ribu Warga Dunia Tanda Tangan Petisi Hentikan Konsumsi Anjing dan Kucing di Sulawesi Utara

Manado, AFMI – Dunia internasional terus mengecam konsumsi daging anjing dan kucing di Sulawesi Utara.

Animal Friends Manado Indonesia bersama aktivis internasional pun terus menyerukan agar menghentikan aktivitas tersebut.

Anika van Leeuwen dan Kees van Hal, aktivis asal Belanda mengatakan Sulawesi Utara memiliki alam yang indah.

Di Tomohon misalnya, pemandangan gunung, bunga-bunga yang menawan.

Namun menurut Anika, keindahan itu seketika rusak ketika turis mengetahui ada pasar yang menjual daging anjing dan kucing di Tomohon.

Ada penyiksaan anjing dan kucing di pasar tersebut.

Anika menyayangkan, Indonesia punya Undang-undang perlindungan hewan. Tapi kenapa itu tidak diberlakukan.

Penyiksaan hewan sudah terjadi terus menerus. “Orang-orang hanya memalingkan wajah dan tak perduli dengan itu,” ujarnya.

Anika dan Kees membagi-bagikan bunga kepada masyarakat, pada Jumat (16/8/2019). Sebagai kampanye dan edukasi ke masyarakat.

Pada bunga itu juga tertulis pesan untuk saling menghargai sesame ciptaan Tuhan.

Dua warga negara Belanda ini, bersama Animal Friends Manado Indonesia di hari yang sama mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara untuk membawa petisi 250 ribu tanda tangan dari seluruh dunia agar menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing ini.

Namun karena tidak berhasil bertemu Gubernur Olly Dondokambey, mereka belum menyerahkan petisi tersebut.

Direktur Animal Friends Manado Indonesia, Mandane Parengkuan Supit mengatakan pihaknya telah siap membawa 250 ribu tanda tangan petisi dari seluruh dunia khusus untuk Sulawesi Utara agar menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing.

Petisi ini diprakarsai oleh Dog Meat Free Indonesia dan organisasi dari dalam dan luar negeri lainnya.

Di antaranya AFMI, Change For Animal Foundation, Four Paws, Care2, Animals Asia, Jakarta Animal Aid Network, Animal Friends Jogja, Humane Society International.

“Kami mencetak petisi ini berlembar-lembar, sangat banyak dan akan kami serahkan ke pemerintah provinsi. Petisi ini juga bersamaan dengan surat terbuka untuk Bapak Gubernur Sulawesi Utara,” ujarnya Senin (19/8/2019).

Menurut Mandane, petisi ini sebagai keprihatinan dunia atas aksi kekerasan kepada hewan di Sulawesi Utara dan konsumsi daging anjing dan kucing.

Mereka menekankan bahwa anjing dan kucing adalah hewan peliharaan dan bukan makanan.

Pihaknya berharap semoga ke depannya pemerintah Sulawesi Utara lebih peduli dan memperhatikan isu-isu seperti ini karena juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan keamanan masyarakat seperti penyebaran rabies serta penyakit-penyakit lainnya.

Serta mulai menegakkan peraturan-peraturan hukum yang sudah ada yang menyangkut kesejahtraan hewan seperti yang tercantum dalam Pasal 302 KUHP dan PP 95 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Hewan.

“Serta seperti yang tertulis di Firman Tuhan dalam Amsal 12:10 yang berbunyi ‘Orang benar memperhatikan kehidupan hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam’,” jelasnya.

Penulis/Foto: Finneke Wolajan
Editor: Finneke Wolajan Tribunnews

About admin

Check Also

Aktor Inggris Selamatkan Anjing yang akan Dibakar di Pasar Tomohon

Tomohon, AFMI – Aktor Inggris Peter Egan meminta Pemerintah Indonesia segera menghentikan perdagangan daging anjing …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »