Monday , December 16 2019
Home / PROFIL

PROFIL

SEJARAH BERDIRINYA AFMI :

Animal Friends Manado Indonesia AFMI adalah Organisasi Non Profit yang berdiri pada tanggal 06 Mei 2011 di bentuk oleh ( Ketua ) ANNE PARENGKUAN – SUPIT

AFMI  berdiri atas dasar-dasar dan prinsip-prinsip Kasih Sayang
pada semua mahluk ciptaan TUHAN. AFMI secara khusus bekerja dalam program-program kesejahteraan hewan di Sulawesi Utara yang dimaksud dalam hal ini adalah hewan domestik (lokal).

MISI:
Generasi masa depan yg peduli dan mengasihi semua mahluk ciptaan TUHAN.

VISI :
AFMI sebagai Organisasi Non-profit yang pertama, berkomitmen,dan penuh kasih yang memulai dan memimpin dalam mempromosikan Perlindungan dan Kejahteraan hewan di Sulawesi Utara.Membayangkan masyarakat yang menghargai hewan sebagi sesama makhluk Ciptaan TUHAN. Berupaya untuk menciptakan masyarakat yg sadar, peduli dan mengasihi sesama mahluk ciptaan TUHAN terutama hewan dan satwa sesuai dengan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan.

KAMI MENGKHUSUSKAN DIRI PADA HEWAN DOMESTIK
( Hewan peliharaan ).

Adapun secara garis besar international hewan di kelompokkan menjadi 3 Kategori yaitu :

1. Hewan atau Satwa liar seperti contohnya yaki, burung, anoa dan lainnya.
2. Hewan domestik atau yang biasa kita sebut hewan peliharaan atau hewan kesayangan yaitu anjing, kucing dan kuda.
3. Hewan ternak yang termasuk di antaranya ayam, bebek, babi, kambing, sapi dan lainnya

PROGRAM KERJA 

1. Edukasi dan kampanye. melakukan edukasi pada anak-anak sejak usia dini dan giat melakukan kegiatan kampanye dengan tujuan membangkitkan kepedulian terhadap hewan sesuai dengan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan .

2. Rescue, rehabilitasi dan adopsi hewan

3. Animal shelter atau penampungan hewan

4. Klinik hewan dan saran pendukung Kesehatan hewan.

5. Social responsibility atau Tanggung jawab sosial.
Melakukan kegiatan-kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang berhubungan dengan kesejahteraan hewan.
Dan bagaimana menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab.(Petsownership)

STRATEGI KERJA

Melakukan upaya-upaya kerja dari hulu ke hilir.

Hulu :
Melakukan upaya maupun kerjasama yang berperan aktif dengan pemerintah, pendidikan, tokoh Agama maupun aparat penegak hukum agar supaya melakukan penegakan hukum maupun pengawasan terhadap alur perdagangan hewan ( anjing, kucing, yaki, ular dan lainnya) antar daerah sesuai dengan undang2 karantina lintas batas untuk melakukan penegakkan hukum bagi kasus2 yg menyangkut kesejahteraan hewan.

Hilir :
Melakukan edukasi maupun kampanye dengan tujuan membangkitkan rasa kepedulian dan kasih sayang kepada semua mahluk ciptaan TUHAN.

ISSUES:
– Kebiasaan mengkomsumsi daging anjing, kucing, yaki dan lain-lain yang telah lama menjadi kebiasaan masyarakat Sulawesi Utara
– Lemahnya penegakan hukum serta pengawasan baik itu dari aparat penegak hukum maupun pemerintah pada kasus-kasus yang menyangkut Kesejahteraan Hewan.

Translate »